Menghitung HPP dan margin obat dengan benar
Laba apotek sering terlihat besar padahal tipis. Pahami HPP, margin, dan markup agar harga jual tepat.
Tim Farmione · 10 Oktober 2026 · 1 menit baca
HPP bukan sekadar harga di faktur
Harga Pokok Penjualan (HPP) adalah biaya perolehan barang yang terjual. Selain harga di faktur, pertimbangkan diskon dari pemasok, bonus barang, dan pajak masukan yang tidak dapat dikreditkan.
Karena harga beli obat bisa berubah dari satu pembelian ke pembelian berikutnya, HPP perlu dicatat pada saat barang terjual agar laba periode itu tidak ikut berubah ketika harga beli berikutnya naik.
Margin dan markup itu berbeda
Markup dihitung dari harga beli, sedangkan margin dihitung dari harga jual. Markup 25% setara dengan margin 20%.
- Markup = (harga jual - HPP) / HPP
- Margin = (harga jual - HPP) / harga jual
Contoh
Obat dibeli Rp 10.000 dan dijual Rp 12.500. Markup-nya 25%, marginnya 20%. Bila biaya operasional apotek sekitar 15% dari omzet, laba bersih dari produk ini tersisa sekitar 5%.
Tips menetapkan harga
- Kelompokkan produk: obat resep, obat bebas, alat kesehatan, suplemen, karena tiap kelompok punya ruang margin berbeda
- Pantau produk dengan margin terlalu tipis yang ternyata paling laku
- Tinjau ulang harga setiap kali harga beli berubah signifikan

